BLOG PRIBADI MUHAMMAD IKHSAN

"STAY FOOLISH STAY HUNGRY" -STEVE JOBS-

Senin, 27 Maret 2017

On 17.46 by Writer Ikhsan.us in ,    No comments

Nyepi, dikutip dari halaman wikipedia Indonesia Nyepi, adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka

Pengertian Nyepi

Ogoh-ogoh yang sedang diparadekan di daerah Ngrupuk dalam upacara Bhuta Yajna.
Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.
Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.

Melasti, Tawur (Pecaruan), dan Pengrupukan

Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis. Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) diarak ke pantai atau danau, karena laut atau danau adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa menyucikan segala leteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam.
Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada "tilem sasih kesanga" (bulan mati yang ke-9), umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di segala tingkatan masyarakat, mulai dari masing-masing keluarga, banjar, desa, kecamatan, dan seterusnya, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian) menurut kemampuannya. Buta Yadnya itu masing-masing bernama Pañca Sata (kecil), Pañca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar). Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala leteh (kekotoran) diharapkan sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari nasi manca (lima) warna berjumlah 9 tanding/paket beserta lauk pauknya, seperti ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.
Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Balipengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.

Puncak Acara Nyepi

Keesokan harinya, yaitu pada pinanggal pisansasih Kedasa (tanggal 1, bulan ke-10), tibalah Hari Raya Nyepi sesungguhnya. Pada hari ini suasana seperti mati. Tidak ada kesibukan aktivitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan "Catur Brata" Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi.
Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam tahun baru Caka pun, dasar ini dipergunakan, sehingga semua yang kita lakukan berawal dari tidak ada,suci dan bersih. Tiap orang berilmu (sang wruhing tattwa jñana) melaksanakan brata (pengekangan hawa nafsu), yoga (menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan)), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadi (manunggal kepada Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah kesucian lahir batin).
Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu agar memiliki kesiapan batin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan pada tahun yang baru.

Ngembak Geni (Ngembak Api)

Rangkaian terakhir dari perayaan Tahun Baru Saka adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada "pinanggal ping kalih" (tanggal 2) sasih kedasa (bulan X). Pada hari ini Tahun Baru Saka tersebut memasuki hari ke dua. Umat Hindu melakukan Dharma Shanti dengan keluarga besar dan tetangga, mengucap syukur dan saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain, untuk memulai lembaran tahun baru yang bersih. Inti Dharma Santi adalah filsafat Tattwamasi yang memandang bahwa semua manusia di seluruh penjuru bumi sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa hendaknya saling menyayangi satu dengan yang lain, memaafkan segala kesalahan dan kekeliruan. Hidup di dalam kerukunan dan damai.

Senin, 13 Maret 2017

On 19.55 by Writer Ikhsan.us in    No comments

Menunggu adalah kegiatan yang menurut saya cukup membosankan.

Tapi akan berbeda jika kita menunggu dengan cuaca yang begitu sejuk sehingga membuat hati dan pikiran menjadi begitu tenang. Yaa pagi ini sedang menunggu customer di bilangan Jakarta timur. Tidak begitu membosankan. Yap..! Karena cuaca yang begitu sejuk.

Seperti kesejukan ku memandang dirimu. Wahai pengalih duniaku~

Rabu, 08 Maret 2017

On 04.31 by Writer Ikhsan.us in , ,    1 comment


Menjadi seorang yang berkarir di dunia lapangan memang memiliki banyak kisah dan cerita setiap harinya. Seperti yang satu ini saat saya mengabadikan moment sebelum matahari terbenam di salah satu kampus swasta di bilangan Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Pada gambar terlihat sungai ciliwung yang melintas ke arah kampung pulo begitu rapih dan bersih dengan turap di kiri dan kanan.

Begitu juga dengan rumah penduduk dan gedung-gedung pencakar langit di belakangnya.

Tak tertinggal lukisan awan di langit yang begitu indah gradasi warna yang membuat siapa saja berdejak kagum dan bersyukur akan apa yang telah terjadi hari ini.

Ada yang menarik setiap kali saya datang ke kampus yang menyediakan kelas untuk karyawan, selalu melihat wajah semangat bercampur lelah dari setiap mahasiswa/i yang akan belajar di kelasnya masing-masing. "respect" untuk mereka semua.

Hasil tidak akan pernah menghianati kerja keras. Semoga kota Jakarta menjadi kota yang akan membawa semua mimpi warganya.

***



Selasa, 07 Maret 2017

On 02.17 by Writer Ikhsan.us in ,    No comments
Tahu ikhlas ? Coba kita resapi kisah yang satu ini.

Suasana sangat hening saat iut. Para sahabat berkumpul dalam sebuah majelis. Dan Rasulullah mulai melihat sahabatnya satu per satu. Tiba-tiba ada yang berkata, "Ya Rasulullah, bila pertanyaan ini tidak menimbulkan kemarahan bagi Allah sudilah kiranya Engkau menjawabnya"

"Apa yang hendak kau tanyakan ?'' tanya Rasulullah lembut.

Dengan sikap agak tegang si sahabat itu pun bertanya, "Siapakah diantara kami yang akan menjadi ahli surga ?"

Sungguh terlalu !, setengah sahabat menilai pertanyaan itu mengandung ujub atau riya' dan tidak sedikit yang murka. Khalifah al-Rasyid Umar al-Faruq yang sudah terlebih dahulu bereaksi, Rasulullah yang melihat hal tersebut memberi isyarat kepada Umar untuk menahan diri.

Rasulullah sang Agung menatap penuh ramah. "Engkau lihatlah ke pintu, sebentar lagi orang itu akan muncul,".

Semua mata pun tertuju pada pintu, siapa yang tidak deg-degan dikala akan "diumumkan" siapa penghuni surga yang dimaksud itu. Siapa gerangan yang begitu hebat yang disebut Rasulullah. Salam pun terdengar di pintu itu, pria itupun langsung masuk ke dalam majelis. Keheranan pun semakin bertambah. Sosoknya yang amat sederhana. Ia tidak mengangkat kepalanya jika tidak ditanya dan tidak pernah bicara bila tidak diminta. Tambah lagi, dia bukan termasuk kalangan sahabat.

Rasulullah pun bersabda,
"Setiap gerak gerik dan langkah perbuatannya hanya Ia ikhlaskan semata-mata hanya mengharap keridhaan Allah. Itulah yang membuat Alloh menyukainya."
Betapa kagetnya para sahabat.

Ikhlas, alangkah indahnya makna yang terkandung di dalamnya. Ikhlas, bersih dari segala maksud pribadi, dari segala pamrih dan tiya', mengharap pujian dari orang, bebas dari perhitungan untung rugi.